PAHAMI RISIKO RANTAI SUPLAI

manajemen-rantai-suplai
Beraneka ragam kegiatan industri telah melibatkan teknologi dalam praktiknya. Banyak pula yang menempatkan elemen ini sebagai variabel terpenting. Namun, teknologi ibarat mata uang dua sisi. Kadangkala, perusahaan hanya melihat keuntungannya, dan menutup mata untuk risiko yang mengiringi. Perusahaan dan organisasi harus memiliki pemahaman yang komprehensif terkait risiko rantai suplai informasi dan komunikasi teknologi, seperti keamanan data dan ancaman serangan cyber.
Wawancara dengan National Institute of Standards and Technology (NIST), yang diwakili oleh Jon Boyens, penasihat senior di bidang keamanan informasi, menyampaikan sejumlah gagasan untuk proses manajemen risiko rantai suplai yang lebih baik. Selain itu, rangkuman laporannya pun dipublikasikan dalam Special Publication 800-161 “The Supply Chain Risk Management Practices for Federal Information Systems and Organizations”.

Sejak tahun 2010, Boyens telah terjun dalam program manajemen risiko rantai suplai di NIST, spesifiknya di Departemen Perdagangan. Beliau pun terlibat dalam proyek White House dan aktivitas manajemen risiko milik pemerintah lainnya. “Rantai suplai telah menjadi lebih rumit dan kompleks. Cakupan dan jumlah sistemnya pun meningkat secara signifikan, sehingga pemahaman yang stagnan akan membawa perusahaan tertinggal oleh zaman. Teknologi informasi ialah penyebab utama ke-kompleks-an ini,” ujar Jon Boyens.
Dalam laporan NIST di April 2015, Boyens merekomendasikan panduan singkat untuk langkah identifikasi, analisa, mitigasi dan evaluasi risiko yang terkait dengan rantai suplai informasi dan alur komunikasi. Walaupun rekomendasinya lebih cocok untuk institusi pemerintahan, namun ada beberapa poin yang dapat diterapkan di institusi swasta. “Pahami sumber pengeluaran untuk manajemen risiko dan aturlah dengan bijaksana. Tunjuk pihak tertentu yang memiliki kemampuan di bidangnya, untuk bertanggungjawab dalam mengatur risiko rantai suplai,” Boyen melengkapi. Kesadaran akan pentingnya risiko ini, dan tidak menutup mata terhadapnya, ialah langkah awal yang cukup baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *